TRIBUNNEWS.COM-Eha Julaeha (56) sebelumnya adalah seorang pasien yang sedang dirawat (PDP) dan tes sampel tubuh menunjukkan hasil negatif.

Sebelumnya, jenazah telah dimakamkan di bawah perjanjian Covid-19. TribunWow.com dari acara Youtube KompasTV, almarhum meninggal pada 19 Mei 2020 karena komplikasi.

Berdasarkan hal ini, keluarga akhirnya memutuskan pada hari Jumat (6/12/2020) untuk menghancurkan kuburan lagi di Desa Babakan di Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, Kabupaten.

Kakak korban Marwan Hamdani membenarkan kejadian itu.

Marwan Hamdani mengatakan bahwa keinginannya adalah untuk mengubur saudaranya sejak awal. -Oleh karena itu, setelah tes usap negatif, dia meminta pemakaman saudara lelakinya menjadi sempurna karena dia mengatakan keinginannya juga telah disetujui oleh rumah sakit dan pesta. Keamanan di sekitar.

Marwan Hamdani mengumumkan: “Sejak kami mulai di sisi ini, keluarga kami telah meminta agar pemakamannya selesai, permintaan maaf, tidak dihancurkan.” – Keamanan lingkungan ia melanjutkan. “Selain itu, keluarga Marwan Hamdani tentu berharap bahwa pemakaman kakaknya sepenuhnya mematuhi hukum agama. >>

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *