Manila, Indonesia, TRIBUNNEWS.COM-Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyelenggarakan panen dan distribusi benih secara bersamaan di seluruh Indonesia dan meluncurkan program Kampung Tangguh Nusantara (07/09/2020).

Di kabupaten Majalengka provinsi Jawa Barat, panen dan pengamatan lembur di desa Tohaga Lodaya atau desa Tangguh Majalengka Raharja di desa Liangulang di kabupaten Jaipaten dipimpin langsung oleh kepala desa. Polisi Umum Nasional Idham Azis dan Panglima TNI Hardy Tjahjanto. Mereka adalah Rudy Sufahriadi, Gubernur Wilayah Jawa Barat, Bupati Majalengka, Brigadir Jenderal Siliwangi Kasdam III, Jenderal Kunto Arif Wibowo, Kolonel Danrem 063 / SGJ Inf Harry Subarkah, PJU Majalengka Polda, Forkopimda Majalengka dan beberapa personil organisasi regional terkait (OPD) Kepala Sekolah.

Baca: Membangun tangki keamanan makanan dan menata kembali Kantor Polisi Daerah Majalengka alih-alih menanam ikan kucing dan sayuran

Kali ini, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat melihat panen untuk menanggapi dan memprediksi pandemi COVID-19 Dampak upaya ketahanan pangan di desa Tangguh Majalengka Raharja dievaluasi.

“Desa tangguh ini adalah rencana kepala polisi nasional yang dilaksanakan oleh petugas polisi di semua tingkatan di Indonesia. Di Jawa Barat saja, Provinsi Jawa Barat memiliki sekitar 700 desa tangguh dari 22 kabupaten / kota. Harus ada setidaknya satu desa tangguh di setiap kecamatan. F .

Kepolisian Daerah Jawa Barat juga meluncurkan aplikasi Sistem Kontrol Hutan dan Gempa Bumi (E-PMR / Elektronik Majalengka Raharja) yang ditandai oleh Beating Kentongan Jangan lupa, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Kasdam III / Siliwangi, Bupati, Kapolres, dan Dandim memasok bahan makanan simbolis di sekitar perwakilan masyarakat.

Baca: Tentang krisis pangan, masalah kinerja, Penderanglang, panen panen Kekhawatiran

bahkan aplikasi evaluasi bersama polisi untuk Magalenka, Kodim 0617 Magalenka dan Pemerintah Kabupaten Magalenka (termasuk produk UMKM Magalenka, pemrosesan kehutanan berbasis IT) ( E-PMR), tanaman hidroponik, tanaman keamanan pangan, termasuk nila, ikan mas dan ikan kucing Pemanenan ikan Dumbo.

Selain itu, kontrol ruang isolasi, Poskesdes, Posluhdes, Bahan makanan, masakan umum, dan ternak-Bismo Teguh Prakoso, wakil kepala Departemen Kepolisian Magalenka, mengungkapkan bahwa aya Tangguh Majalengka Rahar ja desa Pemanenan R desa Liangjulang mencakup area seluas 8 hektar, yang menjadi milik pemerintah desa dan penduduk setempat. ” Hasil satu hektar beras dapat ditanam selama 97 hari, menghasilkan 5-6 ton beras. Dia mengatakan bahwa meskipun ikan yang dipanen adalah nila, emas dan ikan kucing, jumlahnya sekitar 1 ton.

Selain beras dan ikan, Bismo melanjutkan dengan mengatakan bahwa partainya juga memanen sayuran hidroponik yang ditanam oleh Polisi Distrik Magalenka. “Dia menyimpulkan,” katanya dalam artikel ini.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *