Reporter Jabar Tribun Firman Wijaksana

GARUT TRIBUNNEWS.COM-Seorang pasien Covid-19-positif dari Garut mengunjungi dua institusi medis sebelum menerima pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Regional Dr. Slamet Garut. Staf medis di pusat kesehatan tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) ketika menangani pasien.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan bahwa pasien pergi ke institusi medis untuk pertama kalinya pada 21 Maret 2020.

Lalu keesokan harinya, dia “dia terinfeksi di Jakarta. Dia sakit ketika dia kembali ke Jakarta. Garut diadakan pada 20 Maret karena kami tidak merawat Kadungora pada saat itu,” Helmi (Helmi) pada Selasa ( 3/3/2020) kata di Pusat Komando Garut. — “Itu adalah metode medis ke-21 di pusat kesehatan dan metode ke-22 di berbagai institusi kesehatan di kabupaten ini.”

— Membaca: Terminal akan menutup bus AKAP di Garut mulai hari ini Tidak digunakan di tempat tujuan

Baca: Karena virus korona, ekonomi Indonesia seharusnya hanya tumbuh sebesar 2,1% tahun ini

Baca: Tes Kepribadian-Periksa bentuk tangan dan jari Anda untuk membantu mengungkap sifat tersembunyi diri Anda

Setelah gejala demam, pasien belum dirujuk ke Dr. Slamet Garut di rumah sakit daerah sejak 23 Maret.

Karena gejala tertentu seperti demam, ia langsung menjadi PDP.

Setelah hasil tes diterbitkan pada swab pada 22:00 pada Senin (30/3/2020) WIB, pasien berusia 56 tahun itu dipastikan memiliki Covid-19 positif.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *