TRIBUNNEWS.COM-Seorang pekerja dengan nama keluarga ES (47) memukuli dua anak laki-laki.

Pekerja subang telah bejat sejak Desember 2019.

Dia memberi korban Rp 30.000 hingga Rp 50.000 untuk para korban. .

Teddy Fanani, wakil kepala polisi Subang, mengungkapkan bahwa kedua korban adalah MZ (13) dan SF (12).

Baca: 5 pejabat Sodomi telah mencari mangsa di Facebook dan taman bermain sejak 2017, dan kemudian mengundang mereka ke zona waktu -Baca: Membesarkan kakek-nenek selama 4 tahun, mengancam sihir karena stroke dan menerima pelatihan di kantor polisi– – Seperti kita ketahui, keduanya sering bermain di ES. Kemudian, kesempatan ini digunakan oleh pekerja paruh waktu.

“MZ hingga 8 kali, SF hingga 3 kali (dipukul),” kata Teddy dalam pernyataan tertulis, Rabu (15 Juli 2020). -Di samping persuasi persuasif, ES juga meminta para korban untuk tidak memberi tahu mereka tentang kerusakan yang terjadi antara Desember 2019 dan Juni 2020 (termasuk Bank Dunia pada 2 Juni 2020). Teddy berkata: “Karena uang itu, korban ingin mengikuti keinginan tersangka.” Orang tua korban mendengar serangan terhadap dua siswa dan memanggil polisi.

ES sekarang didakwa dengan perlindungan anak dan dapat dihukum maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rs 5 crore.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *