TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah secara resmi mencabut Surat Edaran (SE), yang semula mengizinkan warga Pulau Jawa Timur untuk salat selama Idul Fitri di masjid. Ini dikomunikasikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (18/5) / 2020.

Menurut Khofifah, keputusan itu diambil setelah Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan semua pihak.

Baca: Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur: Disiplin adalah vaksin dan obat-obatan Corona

“Kami juga berpartisipasi dalam rapat koordinasi yang dikoordinasi oleh Menteri Koordinasi Kebijakan dan Keamanan dan Menteri Agama Hoffah pada Senin malam di Combe Dalam sebuah wawancara selama siaran langsung di Pars Television, “Surat sekretaris distrik dibatalkan pada setengah lima.

Selain itu, Khofifah sekali lagi bersikeras bahwa masyarakat sholat Idul Fitri di rumah mereka: “Oleh karena itu, kami mendesak semua warga Id Shalat untuk shalat di rumah.

Sebelumnya, Idul Fitri diberi wewenang untuk melakukan Idul Fitri. Pada tanggal 14 Mei 2020, Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengeluarkan doa untuk Masjid Masjid Residen Jawa Timur bernomor SE 451/7809/012/2020. Gubernur Heru Tjahjono mewakili Gubernur Jawa Timur.

Dalam SE ini, Idul Fitri diizinkan untuk sholat di masjid, tetapi banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *