TRIBUNNEWS.COM – Pemakaman Umum Sicadut (TPU) di Bandung telah menjadi pemakaman mayat pasien Covid-19 di kota Bandung, Jawa Barat.

Setidaknya 70 mayat dimakamkan di sana. -Namun, tidak semua orang yang dimakamkan di pemakaman khusus positif untuk virus Corona.

Agus Hidayat, direktur Biro Perencanaan Daerah Bandung, mengumumkan bahwa beberapa badan dimakamkan sebelum dinyatakan positif untuk covid-19.

“Karena kondisi kesehatan”, itu harus dikubur dalam waktu 4 jam setelah kematian. Beberapa masih PDP. Faktanya adalah bahwa penerapan prosedur Covid-19 belum tentu positif, “kata Argus, Jumat (3/7/2020). Menurut Argus, hanya 40 mayat ditemukan di kuburan. Covid- diumumkan 19 Positif.

Membaca: 30 tahun pengabdian adalah kisah wali Jenderal Hoegeng di Makam Bogor: Dia orang baik

Membaca: Tidak mungkin menghancurkan brankas untuk mengisi Rp43 juta, pencuri itu Bandung Sikat 30 liter rokok di pasar mini-lainnya masih menunggu hasil tes dinyatakan negatif-setelah tubuh ditemukan negatif untuk Covid-19, beberapa keluarga mengambil mayat yang terkubur.

Lalu mereka memindahkan mayat itu ke kuburan keluarga atau pemakaman umum lainnya.

“Ada sekitar sepuluh mayat. Kembali, karena ahli waris bertanya. Beberapa orang telah pindah ke Sumetang, Subang, “kata Argus.

Argus mengatakan partainya tidak dapat melarang keluarganya mengambil mayat orang yang mereka cintai, bahkan jika mereka dimakamkan di bawah prosedur Covid-19. “Ya, jika negatif, kita tidak bisa melarangnya. Penyakit itu harus berupa pernyataan negatif dari rumah sakit, “kata Agus. Silakan baca terus .

” Karena peraturan kebersihan, kematian harus dikubur dalam waktu 4 jam setelah kematian. Masih ada PDP.

Bahkan, penggunaan program Covid-19 belum tentu positif, “kata Agus.” (Penulis kontributor Bandung, penulis Putra Prima Perdana)

Artikel ini diterbitkan di Tribunjateng. Com, bertajuk Proven negative Covid-19 mayat, 10 kuburan dihancurkan oleh keluarga

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *