TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19, banyak negara mengajukan proposal Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mengurangi pendapatan Peralatan Sipil Nasional (ASN). Dalam pengelolaan pameran nasional, itu juga dianggap sangat relevan dan perlu. “Saran yang dibuat oleh Tuan Gangar sangat relevan dan perlu. Banyak negara, hampir semua tetangga kita dan negara-negara Eropa telah melakukan hal yang sama. Enny Sri Hartati Institute of Economic and Financial Development (Indef). Enni mengatakan bahwa untuk mendapatkan anggaran besar dalam waktu singkat, cara yang paling efektif adalah tidak meminjam uang, tetapi untuk mendistribusikan kembali anggaran.

Tahap redistribusi anggaran diusulkan oleh Ganjer, Enni mengatakan bahwa di negara-negara maju, gaji pegawai negeri secara otomatis dipotong langsung untuk mengelola Covid-19. Menurut Enni, di Indonesia, dimungkinkan untuk melakukan hal yang sama, terutama pejabat eselon dan kepala daerah, daripada ASN 1-3 tim.

“Dampak atau pengurangan tunjangan akan jika gaji pokok bersifat sukarela, karena jika tunjangan tidak mengganggu kemampuan keuangan mereka, maka” kata Eni.

Selain menyuntikkan dana dari redistribusi anggaran, itu juga berdampak negatif pada pendapatan. Popularitas korona manajemen juga akan meningkatkan populasi miskin negara itu. Bahkan jika utang luar negeri tidak memungkinkan saat ini, jumlah orang miskin di negara itu adalah 4000 orang. 10.000, sementara jumlah orang miskin adalah 25 juta. Dia berkata: “Jika pengurangan untuk tunjangan kantor segera dikurangi, misalnya di tingkat nasional, yaitu 20%, maka manajemen Covid-19 akan menerima anggaran tambahan yang cukup besar. “Telah dikatakan.

Jika ini tidak terjadi, Enny khawatir bahwa transmisi akan sangat luas, terutama di Jawa. Dia memperingatkan agar tidak meremehkan pemrosesan internal Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Oleh karena itu, menurut sudut pandang Enny, yang terbaik adalah pemerintah pusat untuk membahas proposal Ganjar secara lebih mendalam. — “Jika kebijakan ini menjadi kebijakan, itu akan lebih baik daripada Subsidi, terutama hibah, lebih baik. Setelah pandemi selesai, anggaran pasti perlu dirangsang. Singkatnya, anggarannya harus sangat besar. Karena itu, pemukiman kembali dan redistribusi anggaran adalah satu-satunya pilihan, “katanya.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *