Reporter Tribune Jawa Tengah Khoirul Muzaki

KEBUMEN, TRIBUNNEWS.COM-Tim SAR Gabungan menenggelamkan dua korban di muara Sungai Lukulo di Desa Klirong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

I Nyoman Cilacap kepala pencarian dan penyelamatan kantor Sidakarya mengatakan kedua korban ditemukan tewas.

Baca: Ada corona batik di Laweyan Solo, yang disebabkan oleh bisnis batik malas yang diciptakan oleh Covid-19.

Baca: Jokowi: Renovasi Masjid Istiqlal telah mencapai 90%, sedikit di belakang karena pandemi Covid-19 – korban pertama Moudjahidin (22 tahun) ditemukan pukul 12:45 pada hari Selasa, 6/2. Dia ditemukan di situs sebelah barat muara Lukulo, dengan sekitar 500 orang. Mi .

Adapun korban kedua, Faidu Rohman (23 tahun) ditemukan pukul 2:10 siang di barat, 3 kilometer jauhnya dari barat, tepatnya di pantai Tegalretno di daerah Petalhan Kabupaten Kebumen di Kabupaten Petanahan. – “” Semua korban yang kami bawa ke Rumah Sakit Regional Kebmen “.—————————————————————————————: cinta yang jujur, istri menikahi seorang putri yang samar-samar di bawah umur Kebmen selama sebulan

dan di pantai Melayang dan menenggelamkan anak-anak —— Dulu, sekitar jam 8:00 pagi di WWF Senin (6/1), kedua korban tinggal di desa kecil RT Buruhan RT 03 RW 04 di Desa Jogosimo, Kabupaten Kebumen Klirong. Mainkan rakit atau rakit di mulut Sungai Lukulo. Ombak dan tenggelam. (Aqy) -Artikel ini diposting di Tribunjateng.com dan judulnya adalah 22 korban tragedi terbalik dalam tragedi yang terjadi di Kebumen 3 kilometer dari tempat asalnya

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *