Bandar Lampung TRIBUNNEWS.COM-Dua pemuda dari Lampang Banjong, Bancheng tinggal bersama rekannya sebagai pacar dan dibawa ke tempat aman oleh Markas Besar Kepolisian Daerah Lampang. Jalan Panjang, Bandar Lampung. – Keduanya ingin membuat nama pena cabul untuk ED (17) di rumah pada 29 Januari 2020.

Kepala Kepolisian Daerah Lampung Kombespol M Barly Ramadhany ditangkap berdasarkan laporan dari orang tua korban.

“Menurut laporan ini, kami,” kata Tuan Barly Ramadhany pada hari Selasa, 11 Februari 2020. Ketika AR mengundang korban darurat ke panggung di DS, janji itu dimulai.

Baca: Sebelum ditikam oleh pamannya, ternyata Ponakan mabuk dan polisi mendapatkan bukti pisau di TKP

Baca: Setelah persekongkolan cucunya sendiri, polisi NTT Kupang Kakek NTT membela— “Korban kemudian minum anggur,” jelasnya.

Dalam keadaan mabuk seperti ini, Barrie mengatakan bahwa kedua pelaku pada gilirannya menyerang korban. Dia mengatakan: “Dia adalah korban anak di bawah umur, jadi tidak peduli apa alasannya selalu merupakan kejahatan.” Dan AR mengklaim memiliki hubungan khusus dengan ED. Aku, “kata siswa SMA itu.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *