Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Lusinan rumah hancur dalam gempa 6,8 skala Richter yang terjadi pada Kamis (6/4/2020). Rumah-rumah yang rusak didistribusikan di 6 kecamatan di Kabupaten Kepulauan Morotai. Timur, Morotai Utara, Morotai Jaya, Morotai Barat Daya dan Pulau Rao. -Jumlah rumah rusak total 128 unit, termasuk 99 rumah rusak ringan (RR), 18 unit rumah rusak sedang (RS) dan 11 unit rumah rusak berat (RB). Bupati BPBD tidak mencatat kematian orang Indonesia karena gempa pada pukul 3:49 sore. BPBD setempat melaporkan bahwa beberapa penduduk dievakuasi setelah gempa. Beberapa orang masih selamat di dataran tinggi atau di rumah karena cedera.

Tidak lama setelah gempa bumi, tim tanggap cepat BPBD dan instansi terkait di Kabupaten Kepulauan Molotai melakukan intervensi darurat, seperti membantu para korban dan mengumpulkan data.

Baca: Banyak warga masih di Ngeyel, Jawa Tengah harus terlebih dahulu berlatih sebelum memasuki rutin baru

Saat ini, pengumpulan data di bidang ini masih berlangsung.

BMKG mengoreksi parameter gempa M7.1 ke M6.8 sebelumnya. — Gempa bumi yang terjadi pada kedalaman 111 km adalah 99 km Maluku di bagian utara kota Daruba di sebelah utara Pulau Morotai .

Penduduk Ternate merasa dalam 2-3 detik di kota Ternate Terkejut, dan situasi mereka di Kabupaten Halmahera Barat lemah dalam 2 hingga 3 detik – BNPB terus memantau gempa dan berkoordinasi dengan BPBD setempat dalam keadaan darurat.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *