TRIBUNNEWS.COM-Seorang guru seni SMA di Padang Pariaman, sebelah barat Sumatra, akan menghadapi 17 tahun penjara.

Ancaman hukuman dapat dijelaskan oleh fakta bahwa guru yang singkatannya JW (58) diduga menyerang murid-muridnya dengan AST-nya (16).

Kita tahu bahwa JW ditangkap oleh Black Ravens dan Departemen Kepolisian Padang Pariaman unit PPA pada hari Selasa (25/2/2020) – orang tersebut ditangkap di taman kanak-kanak (TK) dan diduga memukuli muridnya di dalam mobil. Di rumah agresor.

Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman Iptu Abdul Khadir Jailani mengatakan korban ditipu dan mendapat catatan bagus, membawa pembelian, menerima uang saku, dan akan membeli unit ponsel Android Oppo. Penulis dituntut berdasarkan UU Perlindungan Anak. Dia juga menyebutkan bahwa barang bukti yang diperoleh adalah mobil Toyota Rush, pakaian yang dibeli pelaku untuk korban, dan pakaian sekolah diberikan kepada korban pada saat kejadian.

Ditanya apakah ada korban lain yang datang ke laporan, Abdul Hadir Jalani menjawab, tidak.

Berikut ini adalah beberapa fakta yang dirangkum oleh TribunPadang.com sebagai guru seni SMA untuk siswa di Padang Pariaman cabuli:

1. Tampil di mobil di tempat parkir TK – guru seni dari sekolah menengah nasional di Padang Pariaman bisa saja mencabuli murid-muridnya.

Perilaku bejat dilakukan oleh guru di dalam mobil ketika dia berhenti di tempat parkir TK.

Penulis juga mengakui telah melakukan perilaku tidak etis pada mobil di tempat parkir TK. 2. Laporkan dari orang tua ke polisi-halaman berikutnya >>>

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *