TRIBUNNEWS.COM, NGANJUK-Seorang petani di desa Plosoharjo, Kabupaten Pace Nganjuk, Jawa Timur, ditangkap oleh polisi.

Sujarot (31), petani itu kini menjadi tersangka makanan hewan tersangka palsu.

Mendapatkan unit Daihatsu Grand Max nopol AG 9314 VG dari tersangka, 20 kantong hewan Bokpan Makanan seks (masing-masing 50 kg) dan satu set makanan hewan peliharaan untuk peralatan pabrik.

Termasuk beberapa bahan makanan, seperti tepung ikan, bekatul dan gula tebu, dan 230 tas merek Pokphan. Berikan pakan ternak dari pabrik Pokphan S-11 melalui media sosial (Medsos). — Membaca: Penjual makanan gorengan viral yang dapat membantu orang tua memulihkan waktu luang mereka setelah PHK karena korona

Membaca: Plot pengantar drama Korea VIP Episode 7: Tenang sebelum badai

Baca: Mungkin bokong pribadi Selama ini, fitur-fitur Jovi yang luar biasa pada smartphone Vivo – Baca: Jeje Govinda mengungkapkan kebiasaan hari tua dari liburan, Feni Rose mengejutkan ibu Raffi

Namun, Medsos menyediakan Harga pakan ternak jauh lebih rendah daripada harga toko atau agen penjual pakan ternak.

“Dalam proses penyediaan pakan ternak murah di jejaring sosial, salah satu perwakilan PT Pokphan membeli 50 kg pakan ternak dari harga Rs 25 juta,” Ronnie Unimantara ( Rony Yunimantara) mengatakan, Kamis (11 Juni 2020).

Mereka ingin tahu apakah makanan yang mereka jual itu asli atau palsu. Saat mengantarkan barang ke toko di Desa Kwagean, Distrik Loceret, Nganjuk di lokasi, uang muka sebesar IDR 500.000 akan dibayarkan dan sisa harga pembelian akan dibayarkan.

Sampai tersangka akhirnya mengirimkan pesanan pakan ternak ke tempat yang disepakati.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *