TRIBUNNEWS.COM, November-Asrah Joyo Wardono, kepala Jalan Kaliwates, mengklarifikasi laporan penarikan dari bantuan banjir Kaliwates.

Asrah mengatakan masalah itu disebabkan oleh komunikasi yang buruk antara data yang diterima di tempat. “Menurut data KK yang dikumpulkan di BPBD, banjir itu didistribusikan kepada korban banjir,” Asrah menjelaskan bahwa itu dikutip di situs resmi Kabupaten Jember, Senin (20/02/17). – Sebelumnya memberikan bantuan kepada pesantren Islami Baitul’Ilmi.

Ketika bahan-bahan bantuan tidak dimasukkan dalam data penerima manfaat, pesantren yang menerima bantuan pada awalnya. “Siswa yang tinggal di sekolah pertanian saat melahirkan belum terdaftar di KK karena pengasuh tidak tinggal di pertanian vers, jadi bangunan pertanian semut juga merupakan kontrak milik warga setempat,” tambah Asrah.

Baca: Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan bahwa arsitek Rumah Sakit Spesialis Corona di Wuhan lahir pada bulan Juni, kata sekolah itu.

Namun, saat ini, Kabupaten Jember dan BPBD melaporkan bahwa mereka membantu siswa yang terkena dampak banjir – sesuai dengan kebutuhan pengajaran, mereka membantu anggota pondok pesantren Mastur. Di rumah pertanian, dia penuh dan menerima bantuan dari kasur, selimut, dan bahan makanan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *