TRIBUNNEWS.COM-Maluku Meykal Seorang juru bicara Covid-19 Task Force di Provinsi Pontoh mengungkapkan kronologi pasien korona-positif yang tidak dikubur sesuai prosedur. Beberapa hari yang lalu di Rumah Sakit Dr. Haulushi di Ambon.

Sebelumnya, pasien dengan inisial DAS dibawa ke Rumah Sakit Ambon Horousi pada 22 April 2020. –Punto mengatakan pasien memiliki gejala penyakit ginjal. — “Korban saat itu” Dia dirawat di rumah sakit pada 22 April dan gejala utamanya adalah kegagalan Ginkgo. Punto pergi ke Kantor Gubernur di Maluku pada Senin (5/11/2020) dan berkata: “

” Pada saat itu, hasil tes cepat korban juga negatif (tidak ada tanggapan). -Baca: Setelah ditolak oleh residen, pemakaman tubuh Covid-positive 19 pasien akan diadakan di Ambon, di mana keluarganya menangis-karena suaminya terbiasa pergi ke zona merah Covid-19, tim medis melanjutkan — kemudian pengambilan sampel tenggorokan dilakukan Tes dilakukan di Bangkax, Bali, Jakarta-sayangnya, pasien meninggal pada 7 Mei 2020.

Karena laporan uji laboratorium pasien belum jelas, pemakaman biasanya diadakan, dan tidak memenuhi prosedur pemeriksaan untuk pasien Covid-19.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *