SOLOK TRIBUNNEWS.COM – Fase pertama pembangkit listrik tenaga panas bumi Muara Laboh (PLTP) di Solok Selatan, sebelah barat Sumatera, telah selesai dan memiliki kapasitas 85 MW.

Pembangkit listrik tenaga panas bumi Muara Laboh berdasarkan energi baru dan energi terbarukan (EBT), mampu memberi tenaga 340.000 rumah, terutama di Sorok Selatan dan daerah lain — PLT Muara Laboh Fase pertama adalah negara Perwujudan dari pembangkit listrik yang termasuk dalam rencana implementasi proyek strategis (PSN) adalah proyek percepatan pembangkit listrik 35.000 MW.

Pembangunan proyek yang dipimpin oleh Supreme Energy Muara Laboh (SEML) dilakukan oleh perusahaan EPC (Rekayasa, Pengadaan, Konstruksi) PT Rekayasa Industri (Rekind).

Manajer proyek Rekind M Fahirwan mengatakan bahwa proyek tersebut dapat diselesaikan di Sumatera Barat (Pemda) dengan dukungan dan kerja sama dari masyarakat lokal dan pemerintah.

Baca: Kuzaria Makni Zakaria dan proyek Masjid Agung Solok Selatan ditahan 5 kali oleh KPK Terima kasih

Membeli token ctricity perhiasan dari ele

Baca: Najwa Shihab call JK Sudah terlalu lama untuk menjadi penguasa audiensi di Najwa Studio Riot Laugh Laugh

“Kami selalu dapat memberikan hal-hal terbaik untuk menyelesaikan pekerjaan proyek,” Fahirwan, Kamis (20/20/2020) Dalam pernyataannya … Dia menjelaskan di Sumatra Barat bahwa PLTP adalah pembangkit listrik pertama yang menggunakan energi baru dan terbarukan. Dia berkata: “Energi baru terbarukan ini berasal dari WKP Liki Pinangawan Muara Laboh.”

Fahriwan mengatakan bahwa dalam proses pengembangan, ia mencapai 6 juta jam jam kerja yang aman tanpa kecelakaan.

“Penerapan proyek-proyek kompleks membuatnya tidak hanya untuk meningkatkan semua aspek teknologi dan inovasi, tetapi juga untuk meningkatkan semua aspek. Dia berkata:” Rekind menganggap HSE sebagai nilai kompetitif, yang dapat menjadi Bawa nilai tambah dalam kerja sama.

Sejak bekerja untuk pertama kalinya di bidang panas bumi, Rekind telah berpartisipasi dalam 16 proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Indonesia dengan total kapasitas 995,4 MW.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *