TRIBUNNEWS.COM, Lampang, California – Laki-laki Lampampong siap untuk menghabiskan Rs 1,8 crore sehingga putra mereka dapat bergabung dengan akademi kepolisian dan menjadi seorang perwira polisi.

18 miliar rupee menyerah, tetapi tampaknya anak itu tidak akan diterima oleh polisi sekolah masa depan atau Akademi polisi (Akpol).

Ayah itu sebenarnya ditipu oleh seseorang dengan inisial, dia mengklaim bahwa dia bisa Putranya dikirim ke akademi polisi, tetapi dengan syarat ia mengembalikan Rs 1,8 crore. Satu miliar, anak ini jelas tidak diterima di akademi kepolisian.

Mendaftar di akademi polisi dua kali, tetapi tidak mengadopsi anak itu dua kali.

Setelah dikukuhkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan, polisi di Kabupaten Nam Lampung akhirnya menangkap Sr, seorang warga Sidomulyo, Nam Lampung.

Sr. ditangkap oleh polisi pada Jumat malam (6/6/2020).

“Kami menahan tersangka kriminal. Karena ada cukup bukti dan bukti terkait kasus penipuan untuk menjebak tersangka,” kata Kepala Kepolisian Nan Lampung AKBP Edi. Purnomo dikirim ke Triun unlampung.co.id melalui pesan teks, Minggu (14/6/2020) .

Kasat Reskrim (Kamsat Reskrim) Departemen Kepolisian Lampang AKP Tri Maradona Dijelaskan bahwa tersangka Sr berjanji untuk memberikan sarana penerimaan, diduga melakukan penipuan. Pada 2017, seorang anak korban sekolah polisi (akademi kepolisian).

“Tersangka berjanji untuk dapat membantu anak-anak terkutuk yang ingin mendaftar di akademi kepolisian. Tersangka secara teratur meminta uang kepada korban.” Tri .

Baca: Menpora terus mengoordinasikan gerakan di era normal baru Desain perjanjian

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *