Dikatakan bahwa SA melakukan perilaku tidak etis karena dia mencium murid-muridnya dengan RA asli pada hari Selasa (10 Oktober 2020).

Ketika siswa lain lulus proses ujian semester, insiden yang tidak pantas yang dipimpin oleh AS terjadi di ruang kelas yang kosong.

— Hujaifah menjelaskan bahwa cara yang digunakan AS pada korban dimulai dengan mengirim pesan singkat kepada RA untuk menemuinya di ruangan itu. Dia mengatakan: “Ketika korban bertemu dengannya, penyerang berpura-pura mengambil foto dengan murid-muridnya menggunakan ponselnya.” Hujaifah berkata lagi, korban yang tidak curiga kemudian menyetujui permintaan kepala sekolah. — Lalu mereka mengambil foto di ruang kelas yang kosong.

Kemudian, ketika mereka berdiri bersama, SA tiba-tiba mencium dan mencium korban.

Pada saat ini, korban memberontak, tetapi pelaku sebenarnya menariknya. Hingga dia berhasil melarikan diri dari rumah. Kemudian dia memberi tahu orang tuanya tentang kejadian itu. “

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *