Bangladesh TRIBUNNEWS.COM-Tiga hari setelah operasi Ketupat, Polisi Bangladesh telah memulangkan 15 rekan senegaranya ke negara asal mereka.

Mereka telah kembali ke negara asalnya karena mereka berniat untuk meninggalkan penduduk asli. Daerah Bangli.

Polisi setempat di Kasas Lantas Bengal mengungkapkan kepada AKP I Nengah Sona bahwa ini adalah bagian dari operasi Covid Ketupat. Minggu (26/4/2020) AKP Sona mengungkapkan bahwa warga memutuskan untuk kembali ke rumah mereka karena mereka tidak memiliki penghasilan atau bekerja selama Covid Pandemic-19, sehingga mereka memutuskan untuk kembali ke rumah mereka. Untuk kepentingan bersama mereka, kami mengundang mereka untuk kembali ke kediamannya di negara bagian. “Dia berkata.

Membaca: Puasa dan Doa Pagi Ramadhan

Mengenai larangan kembali ke sumber, AKP Sona mengakui bahwa kampnya hanya mengutuk sekali dan tidak mengambil tindakan yang adil. -Peringatan ini juga berlaku untuk pengemudi lain yang tidak memakai topeng.

AKP Sona mengatakan bahwa lebih dari 100 pengemudi lalai mengenakan topeng. Dua dan empat roda. “Tujuan kegiatan ini bukan hanya untuk mengatasi , Tetapi juga untuk memerangi penyebaran virus Corona. Karena itu, kami selalu mengajak pengendara menggunakan topeng. Bagi mereka yang tidak menggunakan topeng, kami akan berhenti mengenakan topeng untuk mereka. Kami berharap dengan operasi ini, Ketupat akan dapat memutus rantai penularan virus korona, “katanya .

Artikel di tribun-bali.com ini berjudul” 15 Homer Transporter akan meninggalkan Bangli dan diawasi blokade”

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *