Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta perusahaan leasing Jawa Timur untuk membantu debitor selama pandemi Covid-19.

Khofifah menyampaikan pesan ini pada pertemuan dengan Administrasi Layanan Keuangan (OJK). ) Dan Jumat (10/4) perwakilan dari banyak perusahaan keuangan di Gedung Negara Grahadi di Surabaya.

“Saya mengundang semua perusahaan untuk membiayai atau menyewakan guna mematuhi ketentuan FSA secara kredit, Khofifah mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis yang diterima oleh Kontan .co.id, Sabtu (11/4).

Baca: Christian Loco Gonzalez, striker yang terlupakan Jempolan

Baca: Seorang pemain Persib Bandung mengundurkan diri dua kali dari Ajax Amsterdam pada tahun 2020, pemain Pei Elsib Bandung-Hofafa mengatakan bahwa perusahaan multi-keuangan perlu memberikan pinjaman kepada debitor yang terkena dampak Covid-19, seperti pekerja informal atau pekerja yang dibayar setiap hari, menurutnya, mereka adalah kelompok kredit macet yang paling rentan.

“Jangan menggunakan penagih utang atau mengambil penyitaan langsung. Beri mereka jalur kredit untuk memberi para debitor ini kesempatan untuk mengambil napas, “kata Kofifa. Kita tahu bahwa OJK mengeluarkan peraturan OJK no. 11 / POJK.03 / 2020 kepada perusahaan keuangan pada awal April 2020. Mengenai kebijakan pelonggaran kredit untuk stimulus ekonomi nasional, sebagai kebijakan kontra-siklus dan sirkuler OJK. Bank atau perusahaan keuangan memberikan pelonggaran atau bantuan kredit langsung atau tidak langsung kepada debitur atau peminjam yang bisnis atau pekerjaannya dipengaruhi oleh virus korona.

Ya Dengan menurunkan suku bunga, memperluas angsuran, mengurangi tunggakan pokok, mengurangi tunggakan bunga, meningkatkan kredit untuk mengurangi fasilitas pembayaran / sewa, dan mengubah kredit / sewa menjadi dal ketika berinvestasi. – “Aturannya jelas. Karena itu, jika ada beberapa perusahaan multi-keuangan yang belum selesai, silakan hubungi OJK atau laporkan kepada saya. “-Hoffa mengatakan. -Namun, Hoffah juga memperingatkan bahwa perusahaan multi-keuangan akan terus menagih pelanggan yang tidak terpengaruh oleh Covid-19. Menurutnya, pengurangan ini hanya berlaku untuk pelanggan yang relevan.-Karena Karena penyebaran virus Corona dan upaya kebijakan dalam negeri, jumlah kredit terus meningkat. Oleh karena itu, Kofffaff terus mengatakan bahwa ini sangat penting untuk menjaga kualitas kredit perusahaan. — “Perusahaan dan debitur harus selalu dilindungi, jadi untuk Bagi mereka yang memberikan fleksibilitas, ada prosedur evaluasi. Tidak semua orang bisa mendapatkan bantuan, “katanya.” “Sejauh ini, ribuan debitur telah memberikan fleksibilitas dalam perlindungan utang. Dia mengatakan: “Sejumlah perusahaan multi-keuangan di Jawa Timur, termasuk BPD Jawa Timur dan BPR Jawa Timur, yang sebenarnya milik pemerintah provinsi.” Berita itu disiarkan di KONTAN dengan judul: Khofifah melarang agen penagih untuk mengumpulkan sewa dari pengumpulan klien.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *