Surabaya TRIBUNNEWS.COM-I (39 tahun), seorang pedagang metamfetamin, terbunuh di sebuah apartemen atau rumah di Surabaya pada tengah malam hari Senin (15 Mei 2020). Kennardi, yang telah menyelidiki selama beberapa bulan terakhir, segera menggeledah apartemen tempat perlindungan tersangka itu berada.

“Awalnya, kami melakukan penelitian lebih lanjut dan menyelidiki masalah itu. Kemudian kami melakukan penggerebekan di Surabaya Kasat Resnarkoba Polda Surabaya AKBP Memo Ardian mengatakan:” Salah satu apartemen di Surabaya adalah pada hari Selasa (12 Mei 2020) Kata Day. Selama operasi, polisi tidak berharap bahwa tersangka akan bertekad untuk bertarung.

Tersangka hampir menyita senjata rakitan untuk melawan polisi. Keterangan: “Inilah sebabnya kami dipaksa untuk mengambil tindakan tegas ketika tersangka ingin menjangkau untuk mengambil senjata yang dipegangnya,” memo itu menambahkan.

Lumpuh, polisi berbagi tugas. Beberapa orang membawa tersangka ke Rumah Sakit Bayankara.

Baca: Tanda-tanda malam Laylatul Qadar, karakteristik orang-orang yang menemaninya untuk merekomendasikan sholat

Ketika orang lain mencari, tiga tas besar berisi obat-obatan narkotika seperti metamfetamin ditemukan– ” Ketika memo itu terus mengatakan bahwa kami membawa kami ke rumah sakit di Bayankara, kehidupan tersangka tidak tertolong, dan kami dibawa ke rumah sakit regional Dr. Soetomo.

Meski begitu, memo itu tidak menentukan dalam kasus tersebut. Pengungkapan. — “Sebagai bukti kami masih menghitung,” katanya. Coid, mencurigai bahwa saya juga seorang pelanggar berulang dalam kasus yang sama, dihukum Lap Porong Sidoarjo.

Artikel ini diterbitkan di Tribunjatim Pada .com, berjudul NEWS INNOVATIVE-Hidden di Surabaya Safe House Apartment, menembak Shavband

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *