TRIBUNNEWS.COM di Surabaya-Pemerintah Kota Surabaya akan mengawasi warganya sehingga mereka selalu mengenakan topeng di jalan.

Televisi sirkuit tertutup kota (CCTV) juga berencana tidak hanya memantau kejahatan dan kejahatan lalu lintas. – Segera, ribuan kamera pengintai yang dipasang di sudut-sudut kota akan digunakan untuk memantau orang yang melanggar peraturan kesehatan. Dalam pandemi COVID-19 (Coronavirus).

Seperti yang kita semua tahu, beberapa hari yang lalu, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa salah satu alasan tingginya jumlah kasus COVID-19 di Dashui adalah bahwa 70% dari populasi tidak memakai topeng. Ini mendorong pemerintah kota Surabaya untuk secara aktif menggunakan pengawasan video.

Jadi, sanksi apa yang akan dikenakan untuk menangkap warga yang tidak memakai topeng?

Baca: KAI mendefinisikan surat Covid-19 gratis untuk memperpanjang validitas kereta jarak jauh

Baca: Pramugari mengungkapkan 5 hal yang tidak dapat dilakukan penumpang selama pandemi Covi d-19

Baca: Kasus Covid-19 di Jawa Timur telah meninggalkan semakin banyak daerah lain.Ini adalah tahap sanksi Hofafa-through, Satpol PP akan berada di latar depan.

Satpol PP juga akan menjatuhkan sanksi kepada pelanggar

— KTP akan disita.

Jika orang tersebut tidak mengenakan KTP, warga negara akan dikenakan sanksi sosial, seperti menari, menyapu jalan dan bernyanyi.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *