TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA-Vianita Handayani Elfana Hasan (35) ditahan dengan aman karena memaksa keponakannya mati pada hari Selasa, 18 Februari 2020.

Insiden itu terjadi di desa Jalan Kaliorang RT 15, Kalimantan Timur, Kabupaten Kuta Timur, Kabupaten Kaliorang, HM Ardan .

Korban yang berinisial PR (7) dipukul di pintu sampai kepala mereka pada hari Selasa Departemen terluka parah, korban juga disiksa di perut, punggung, dan bibir di dagu.

– Kasus ini terungkap hanya ketika Baharuddin (49), suami agresor, kembali dari pekerjaan.

Baca: Remaja itu melahirkan sendirian di ruang keberangkatan, dan sang pacar lebih suka memberikan anaknya yang lain

Baca: Ustaz Ahmad mengingat kata-kata Ashraf: Saya ingin bisa bersama dengan Rasullah SAW ketika saya mati

Baca: Ramalan cuaca hari ini: Waspadai angin kencang dan gelombang pada bulan November – ia menemukan bahwa korban yang berbaring di ruangan itu tidak koma dan memar di tubuhnya.

Dia dilarikan untuk memanggil tetangganya dan diminta untuk membantunya membawanya ke pusat medis di distrik Kaliorang.

Setelah tiba di pusat medis, tim medis memeriksa dan mengumumkan bahwa korban meninggal karena cedera kepala serius di bagian belakang kepala. “” Abses segera menghubungi kami. Kami segera pindah ke sana, “kata Kapolres Kaliorang AKP Pujito, Rabu (19/2/2020) dengan menghubungi Kompas.com. – Setelah diperiksa, ada tanda-tanda kekerasan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *