Reporter Forum BATAM Beres Lumbantobing

TRIBUNNEWS.COM, laporan reporter BATAM-nada ceria Nadia Ramadhan, Nadia Ramadan adalah salah satu siswa yang berpartisipasi dalam pengamatan Pulau Natuna. Dia sangat senang dan akan segera bertemu keluarga tercinta di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Masa observasi karantina. Semua orang Indonesia berdoa kepada mereka dan berharap kesehatan mereka baik.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu, saya ingin segera pergi ke Banjarmasin,” Nadia Ramadan Nisa di Stasiun Batam, Rabu (2020 2) 12 September).

14 hari isolasi membuatnya merindukan suasana kota asalnya. Tidak masuk akal, setiap semester, Nadia selalu mengakhiri liburannya bersama teman dan keluarga di Kalimantan Selatan, Kota Banjarmasin. Saya akui: “Saya pasti akan kembali ke Indonesia setiap semester. Jadi, normal untuk kembali ke desa selama liburan.”

Tetapi sekarang berbeda. Dia dan mereka yang bisa belajar di Wuhan harus menghabiskan satu semester di Raden Sajad Lanud Hanggar. Dia berkata: “Bagaimanapun, semuanya diatur oleh Yang Mahakuasa.” Membaca: Setelah mengunjungi Bali, orang-orang Cina akan menjadi mahkota yang aktif.

Nadia adalah mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi. Ia berspesialisasi dalam kedokteran dan kini memasuki semester delapan. Dia mengungkapkan bahwa dia dalam kesehatan yang baik dan kesehatan selama periode pengamatan. Setiap saat, Nadia selalu mendapat perhatian khusus dari tim medis.

Dia mengatakan bahwa berita itu kembali setelah periode pengamatan disampaikan kepada orang tuanya. “Tidak ada resepsi khusus, sangat biasa. Aku bertanya pada ibuku bahwa tidak ada acara (selamat datang), itu normal.” Nadia-ku. Menurut penjelasan Kementerian Kesehatan, virus itu ditemukan. -Nadia kemudian mengkonfirmasi bahwa dia dan tujuh teman dari Kalimantan Selatan berencana untuk kembali bersama. Nadia mengakui: “Itu harus sama dengan pulang.” Namun, Nadia masih ragu. Saya tidak tahu kapan mereka akan dikirim pulang dan mungkin dipertemukan dengan keluarga tercinta mereka. Nadia berkata: “Kami tidak tahu kapan harus kembali, kami hanya menunggu berita. Para pejabat di hanggar tidak punya berita.

Tapi mereka tahu akhir dari kegiatan hanggar, Nadia mengatakan ia sangat senang.” Alhamdulillah, saudara perempuan saya, saya sangat senang akhirnya bisa pulang dan melanjutkan belajar di masa depan, “kata calon dokter Bengalmasin.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *