TRIBUNNEWS.COM, tim solo-Satreskrim Polresta Solo mengorganisir rekonstruksi pembunuhan Sunarno (49) dan Triyani (36). Mayat mereka berada di rumah-rumah yang disewa dari Jalan Pleret Main Banyuanyar, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah ditemukan. , Kamis (14/5/2020) .

Menurut pekerjaan rekonstruksi, kita tahu bahwa tersangka C alias G (54) melarikan diri setelah membunuh dua korbannya di sebuah rumah yang disewa dengan racun tikus. . Namun, C kembali ke rumah kontrakan untuk naik sepeda motor. Korban bahkan dapat melarikan diri lebih jauh.

“Tersangka secara sukarela pergi untuk melarikan diri setelah pembunuhan. Tersangka tidak merasa mampu untuk pindah, dan kembali ke rumah tempat sepeda motor korban disewa, dan kemudian melarikan diri,” katanya. Kasat Reskrim. , AKP Purbo Adjar Waskito, Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/5/2020)

Purbo menjelaskan bahwa sebelum melarikan diri, tersangka harus membuang kunci rumah sewaan untuk membersihkan jejak. Ada empat saksi selama rekonstruksi.

Saksi-saksi ini adalah yang pertama bertemu dengan tersangka, mereka melihat korban untuk pertama kalinya di rumah sewaan.

Selain itu, pejabat Kantor Kejaksaan Solo (Kigali) dan pengacara para tersangka dikirim selama proses rekonstruksi. Mereka mengikuti proses rekonstruksi dari awal hingga akhir.

Purbo mengatakan bahwa tersangka mati-matian membunuh korban karena dia ingin mengendalikan uang 725 juta rupee. Para korban Sunarno akan menggunakan uang itu untuk membeli tanah di Boyolali.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *