TRIBUNNEWS.COM, Doba-Menteri Pertanian (Mentan) Pidato Syahrul Yasin Limpo tentang rencana produksi massal kayu putih, mulai dari anti-coronavirus Covid-19 hingga terapi herbal yang telah menyebabkan respons di komunitas Batak karena waralaba PT Toba Pulp Syok. Pemerintah Lestari (TPL).

Roganda Simanjuntak, Presiden Aliansi Masyarakat Adat AMAN, bertemu di Medan Tribune di Balige, Senin (6/7/2020) dan dia merespons dengan kuat rencana aksi ini karena Khawatir tentang dampak negatif pada tanah Batak. — Bacaan: Kementerian Pertanian telah meminta Kementerian Kesehatan dan BPOM untuk mengoordinasikan kerah anti-kerah korona

“Menteri Pertanian akhirnya tampaknya tidak berperan dalam melindungi PT TPL, karena kita tahu bahwa pemasok eucalyptus terbesar di Asia adalah PT TPL harus merusak lingkungan dan mengkriminalkan para petani Tanah Batak, dan sepertinya kita membutuhkannya, “kata Roganda Simanjuntak, yang sering membela petani melawan PT TPL. -Tidak ada demonstrasi di Roganda Menurutnya, jika Menteri Pertanian benar-benar menggunakan kayu putih PT TPL, tentu saja untuk Roganda, ini sama dengan melegalkan PT TPL, yang akan merusak lingkungan. Alasan Roganda, sejauh ini, masih banyak masalah dalam perizinan konsesi PT TPL negara.

Dari masalah perampasan tanah dan menghukum para petani dan perusakan hutan adat Batak.

“Oleh karena itu, jangan menyatakan kebijakan pemerintah. Sebaliknya, kepadatan di masyarakat dua kali lipat dari kepadatan penduduk. Inilah yang perlu dipahami oleh pemerintah, bukan hanya masalah baru terkait masalah lama, seperti memberikan payung TPL kepada PT. Mampu melindungi diri dari kerusakan lingkungan dan keyakinan petani, “kata Roganda. Dedy Armaya .

Menurut Didi, pihaknya belum menerima informasi tertentu tentang jenis eucalyptus, bagaimana eucalyptus digunakan sebagai pengawet untuk coronavirus. Saat ini, TPL telah bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Teknologi Ilmu Pengetahuan Minyak Esensial Eucalyptus (IPTEKS) dari Universitas Sumatera Utara (USU) untuk mempelajari minyak atsiri daun kayu putih pada Januari 2019, “jelas Didi. — Bermasalah oleh masyarakat adat yang diwakili oleh Roganda Simanjuntak Aman Tano Batak, Dedy Armaya masih menunggu pemimpinnya menanggapi Medan Tribune (Jun-tribune-medan.com).

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *