TRIBUNNEWS.COM-Seorang ibu yang terlibat dalam penjualan cabai mencapai inisial EBS (54) di deli Serdang, bertekad untuk memotong empat jari sampai jari-jari patah.

Masukkan jari yang patah ke dalam kantong plastik, dan kemudian buang ke dalam parit untuk menghilangkan jejak. Dan berharap mendapatkan asuransi, ternyata karakternya telah dibubarkan oleh polisi.

Dia diancam dengan hukuman penjara karena berbohong.

• Bayi baru lahir yang baru saja dieliminasi dari orang tuanya, tubuh kecil diperebutkan oleh anjing liar — berpura-pura ditusuk

Inspektur Polisi Sumatera Utara Martuani Sormin menjelaskan bahwa wanita itu awalnya melaporkan Dan mengaku sebagai korban legalisasi.

EBS mengatakan itu dilarang di Jalan AR Hakim, di persimpangan Jalan Wahidin di Medan. Pencuri itu memotongnya dengan brutal.

Dia juga mengatakan bahwa pencuri itu mengambil tas, 4 juta rupee dan sebuah ponsel. Polisi Mencurigakan

Halaman Berikutnya ===============>

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *