TRIBUNNEWS.COM, Semarang – Kisah seorang pemuda Cirebon yang diam selama lima hari di depan PGSD Unnes Ngaliyan Kota Banyan Semarang. Ambulans di Semarang. Dia mengatakan: “Dia telah memeriksa virus Corona di rumah walikota Semarang dan ternyata negatif.

Pasien kemudian dikirim ke Dinas Sosial Semarang.” Katanya, Minggu (26/4/2020) Tribunjateng.com diumumkan dalam kontak. .

Membaca: Ibu muda tak berdaya dengan patologi penyihir cabul awalnya dimaksudkan untuk menyediakan obat-obatan di antara suaminya.

Baca: Bukti keparahan Jurgen Klopp, minta ayah Kylian Mbappe menjadi pemain Liverpool

Baca: Apakah Anda mencari kesehatan Menu sahur? Silakan merujuk ke 6 tips untuk ahli gizi-Heri menjelaskan bahwa pria muda ini diwawancarai oleh seorang perawat di ambulans besar.

Pemuda itu mengatakan bahwa dia adalah pasien dengan coronavirus dari Rumah Sakit Cirebon, tetapi dia melarikan diri.

“Apa yang dikatakan pemuda itu benar atau salah, tapi saya ulangi, pria itu menerima tes virus Corona, dan hasilnya negatif. Aksennya sangat berat, dan itu terdengar seperti bahasa Sun Dan.

Ketika kami menyebutkan ini Ketika orang itu normal atau sakit mental, Heri menjelaskan bahwa ketika surat pemuda itu memintanya untuk merespons dengan lembut.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *