TRIBUNNEWS.COM – Detak jantung staf di pompa bensin ditampar oleh sopir truk ketika ia mengisi bahan bakar, dan ia tidak tahu kondisi para penyerang dan anak-anak. Mengutuk dan memaafkan CU (42) atas tamparannya. Yeni mengakui bahwa dia tidak ingin melihat status penulis berusia 5 tahun dan anak-anaknya.

Sebelumnya, dia ditampar oleh sopir truk dengan inisial CU (42). — Yeni ditampar karena UC tidak menerima cara yang salah untuk diingatkan.

• Setelah membunuh seorang teman, seorang pejabat di pompa bensin Jember mengumumkan kematian korban melalui seorang pembicara masjid.

• Kebenarannya jelas, bukan penganiayaan

Meskipun dia melaporkan kepada warga sipil perlakuan sewenang-wenang terhadap CU, kantor polisi Parigi Yeni akhirnya dengan tulus mengampuni CU.

Alasannya adalah Yeni tidak bisa melihat penulis yang membesarkan anak sendirian. anak-anak.

Hati nuraninya tidak tenang, karena hati nuraninya tidak tenang, karena pelaku sering kali berusia 5 tahun di mana-mana. Dia juga mengatakan bahwa Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk didorong untuk memaafkan.

“Di pompa bensin ini, putranya ada di depan. Dia pindah. Kembali ke kesadaran. Saya tidak bisa melihat, terutama puasa bulan ini,” kata Yeni.

Page 2 >>>>>>>>>>

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *