TRIBUNNEWS.COM. BENGKULU – Dua pria, dimulai dengan MS (18) dan AI (20), ditangkap di Kepolisian Pusat Bengkulu di Bengkulu pada 21 Mei 2015. Diduga membunuh seorang siswa di Desa Susup, Kabupaten Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu dengan WA asli (22).

Kedua penulis mengakui tindakan mereka. Polisi semua mengklaim bahwa motif pembunuhan itu terluka karena korban tidak dibayar setelah memiliki hubungan dengan mereka. Jenis .

Baca: Membawa mayat dan 4 penumpang, ambulans jatuh 10 meter, di sini adalah perwakilan dari tahun-dua pelaku yang membunuh WA dengan cara yang direncanakan.

Setelah menyelesaikan WA, dua pelaku melemparkan tubuh korban ke sungai.

Pembunuhan itu dilakukan pada Rabu (20/5/2020). Sejauh ini, petugas masih mencari mayat korban.

“Setelah menerima laporan, kami melakukan investigasi TKP, dan angka yang ditemukan semuanya mencapai dua digit,” diumumkan kepala departemen penyelidikan kriminal dari kantor polisi pusat di Bangulu pada Kamis (21/5/2020). . Iptu Rahmat. Rabu (20/5/2020), Musi, Desa Susup, Distrik Merigi Sakti, Bangladesh.

Pelaku mencekik leher korban dengan ikat pinggang dan kemudian membunuhnya dengan angin sepoi-sepoi. Dia mengendarai sepeda motor Rahmat dan berkata: “Pembunuhan itu direncanakan, penulis mengakui bahwa dia terluka karena jangan dibayar setelah hubungan intim, setelah pembunuhan, korban dilemparkan ke dalam pembangkit listrik tenaga air sungai “- – penulis: penulis kelas guru (Fengansyah)

Artikel ini diterbitkan di Kompas.com, berjudul 2. Pria itu membunuh siswa itu karena mereka tidak dibayar setelah hubungan gay

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *