Tribunnews.com, Sumedang – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengkonfirmasi bahwa enam orang di bus di CAE Sumedang jatuh pada hari Rabu (3 Oktober 2010). – Meskipun insiden yang salah telah naik 18,30 kali, ia telah naik 18,30 kali .

“Butuh alat crane untuk menghapus (korban). Kami bekerja pada alat berat. Karena serangan, parit gunung curam. Basearna siap melarikan diri Dari 6 korban menjadi hancur, “Thururing 3 malam melalui wawancara langsung.

— Komite Ketiga Komite mempromosikan statin uji pemerintah untuk mengurangi risiko kematian Covid – 19 – menurut Donney menerima data, hingga 22 orang mati dan memberi selamat. Para korban LUDA saat ini dibawa ke rumah sakit.

— Donney berkata, dia telah meminta karyawannya untuk membangun sebuah posting untuk dengan jelas mengetahui data keluarga yang mencari rumah tangga atau kota lain. – – Baca: Brestenews: Nature Tourism Bus Bus Kecelakaan di Wado Sumedang

— Yayang, Subang, Subang, Cisalak, Sumawwanah, sekelompok peziarah dan mengunjungi bus wisata, Pegunungan Rae Tanjakan, SumĂ©danggensi memasuki 5 mi atau lebih geng gunung, Jawa Barat Rabu (3 Oktober 2010) di 6 : 30 sore.

— Relations Publik CASA SumĂ©dang Polisi AKP Dedi Juhana mengkonfirmasi kegiatan bus wisata yang dimasukkan di parit gunung. “Ya, di sebelah kanan, 18:30 sekitar pukul 18:30. Sekarang, anggota kami masih di atas panggung,” Kompas.com melewati saluran telepon di Kompas.com, Rabu malam.

— Selama penduduk (35) Desa Cilengkrang (35) di Kabupaten Bozo Barat, Bus Tour dari Shag, SMP Transportasi ke peziarah Cisalak, Cisalak, Soang. “Ya, di sebelah kanan, Yanyang Pilgrim,” Sussea melewati WhatsApp di Kompas.com, Rabu malam.

— SI juga menunjukkan foto identitas Grup. “Dia mengatakan banyak korban. Tapi aku tidak tahu, tentu saja, banyak ambulans juga,” kata Suis .— 23 terbunuh, 6 orang masih menyatukan bersama

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *