TRIBUNNEWS.COM-Samsul Bahri (41) adalah pembunuh Rangga yang mencurigakan (9) dan mencegah pemerkosaan ibunya Dn (28). Dia meninggal di dalam sel.

Samsul Bahria diumumkan meninggal dunia di rumah sakit pada Minggu (18 Oktober 2020).

Kita tahu bahwa sehari sebelumnya, warga Aceh Timur di lingkungan Birem Bayeun juga dibawa ke rumah sakit akibat sesak napas.

Kapolres Langsa, AKBP Giyarto SH SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief Sukmo Wibowo SIK, dalam keterangan tertulisnya kepada Serambinews.com, meninggal dini hari pada Minggu (18 Oktober 2020). Diduga ia sedang sakit dan jarang mau makan.

Penanggung jawab penyidikan mengatakan, tersangka meninggal pada dini hari Sabtu (17 Oktober 2020). Sehari sebelumnya, Samsul Bahri dibawa ke RSUD Langsa oleh polisi. Ia mengeluh sesak nafas sehingga dibawa ke Langsa. Rumah Sakit.

Baca Juga: Inilah Penyebab Sel Bug Killer yang Mencurigakan, Mengeluh Sesak Nafas

Kemudian, Usai R SUD Langsa, Samsul Bahri Lakukan Pengatur Suhu (Hasil Normal 36.7), Pengendalian Tekanan Darah (Normal Hasil 107/68), kadar oksigen terkontrol (hasil 97%) dalam bentuk operasi medis.

“Setelah dilakukan pengecekan suhu, pemeriksaan tekanan darah, dan pemeriksaan kandungan oksigen tersangka Samsul Bahri, semuanya normal. Dokter saat itu memasang tersangka Samsul Bahri dalam semalam,” katanya. -Iptu Arief menambahkan, seiring membaiknya kondisi tersangka Samsul Bahri, dokter mengizinkan Samsul Bahri dibawa pergi pada Sabtu (17/10/2020) sekitar pukul 06.00 WIB Sabtu. Kembali ke kantor polisi Langsa.

“Mulai Kamis (15/10/2020), tersangka Samsul Bahri bermasalah atau jarang mau makan. Akhirnya pada Sabtu (17/10/2020) sekitar pukul 08.00, tersangka, Sam Samsul Bahri makan nasi yang sudah disediakan di sel pada sore harinya.Pukul 11.30 malam tersangka mengeluhkan segel tersebut. Penjaga yang ditahan tersebut mengatakan bahwa ia segera melaporkan kondisi tahanan tersebut ke penjagaan (mencurigai Samsul Bahri).

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *