TRIBUNNEWS.COM, PARIGI MONGONG-Dua gadis bernama Tiara (10) dan Urung (6) menghilang di hutan selama seminggu. ) .– Juru bicara kantor Kecamatan Fatwathi Palut mengatakan bahwa kedua bocah tersebut tersesat di hutan dekat Desa Bugis Utara di Kecamatan Mepanga.

— Berdasarkan informasi yang didapat, kedua anak laki-laki tersebut pertama kali menemani orang tuanya karena harus menggunakan Bantuan Tunai (BLT) secara langsung, orang tua korban meminta maaf dan meninggalkan keduanya di taman. Asli | Laki-laki Minum Darah Korban

Bacaan: Suami Membunuh Istrinya Setelah Transfer Gaji 2 Miliar Rupiah, Karena Tidak Tukar Apa Pun Saat Pulang, Ia Kaget

Ini Dua anak mengikuti BLT dan meminta ke kebun terdekat untuk memperbolehkan pengambilan sagu, ”kata Fatma, Senin (8 Maret 2020).

Namun saat orang tua kembali ke kebun, kedua bocah itu tidak pernah kembali. .Laporkan ke tim SAR.

Setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung mengirimkan tim untuk melakukan penggerebekan.

Ia melanjutkan bahwa personel tersebut menemukan hari pertama pencarian jejak kaki anak-anak di hutan. — “Pada hari pertama pencarian, tim pasangan SAR melihat jejak kaki anak-anak tersebut. Namun karena hujan dan kabut, proses penggeledahan harus terhenti dan baru akan masuk malam, ”terangnya.

Namun setelah seminggu dilakukan penyisiran, kedua bocah yang dilaporkan hilang itu tidak ditemukan. (Kompas.com / Erna Dwi Lidiawati) -Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul “Kronologi Dua Gadis Hilang yang Mencari Simi di Hutan Tak Dapat Ditemukan Dalam Seminggu”

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *