TRIBUNNEWS.COM-Seorang warga bernama Anwar Sanusi menggugat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebesar Rp1 miliar (Rp).

Ini karena warga Banjarmasin tidak menerima tagihan rumah kosongnya hingga 400%. -Dia menjelaskan, biasanya tagihan ini hanya Rp70.000 per bulan, tapi tiba-tiba naik tajam jadi Rp 470.000.

Sanusi mengaku, ‘Dia memeriksa sistem drainase rumah dan memastikan tidak ada kebocoran. – “Rumah sudah 4 tahun kosong, biasanya kita bayar Rp 70.000, tapi tiba-tiba tagihannya jadi Rp 470.000, naik 400%,” kata Anwar usai konfirmasi, Senin (12 Desember 2020). 400% -pengaduan belum terjawab-menurut Sanusi, gugatannya sudah diajukan ke Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Alasan lain dia mengejar PDAM adalah sikap pelayanan PDAM yang dinilai tidak profesional. Sanusi mengatakan rezim Padham telah berulang kali mengabaikan keluhannya. Ia menuturkan: “Ini Pengalaman PDAM Bandarmasih Tidak Bisa Serap Pelanggan dan Harus Memberikan Pelayanan Secara Profesional.” Dan baca: Ayah, Ibu, dan Dua Anaknya Dibunuh Secara Elektronik di Jebakan Tikus, Teriak minta tolong-Respon PDAM- – Menanggapi persidangan Sanusi, Nur Wahid, Humas PDAM Banjarmasin, mengatakan pihaknya selalu melakukan mediasi dengan klien yang dirugikan.

Selama proses mediasi, PDAM Banjarmasin masih menunggu persidangan oleh Kejaksaan. Wahid mengatakan, (Kompas.com/Andi Muhammad Haswar) -tajuk artikel ini adalah “Inilah alasan mengapa warga Banjarmasin menggugat Rp 1 miliar.”

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *