TRIBUNNEWS.COM-Dua satpam gedung DPRD Medan ditetapkan sebagai tersangka kasus batu di puncak gedung DPRD Medan dengan berinisial ABH (23) dan AJ (23). -Seperti yang kita ketahui bersama, kedua tersangka tersebut dilakukan oleh kedua tersangka dalam aksi unjuk rasa UU Cipta Kerja pada Kamis (8 Agustus 2020).

Dalam kejadian tersebut, AJ melempar batu ke pengunjuk rasa sebanyak 5 kali, sedangkan ABH melempar batu sebanyak-banyaknya 3 kali. Urutan kronologis penangkapan itu awalnya setelah staf Satreskrim Timsus Jatanras mendapat informasi adanya pelemparan batu di lantai 7 gedung DPRD Medan, dan puluhan orang melakukan aksi unjuk rasa di depan alun-alun. paladium. Dia mengatakan dalam surat penegasannya, Selasa: “Timsus mencari kebenaran dan melakukan penyidikan. Dari hasil penyidikan dan pemeriksaan silang para saksi di TKP, ditemukan ada yang melempar batu.” 13/2020).

Baca juga: Saat penyerahan diumumkan, Pelempar Batu di atas gedung DPRD Medan menjadi tersangka, dan dua dinas keamanan menjadi tersangka

Peristiwa itu terjadi pada Kamis pagi, 8 Oktober 2020, WIB. 8:00. Kemudian sekitar pukul 13.00 WIB dan ABH diamankan di pos pengamanan gedung DPRD Medan.

ABH melihat pengunjuk rasa di depan gedung DPRD Medan melempar batu ke arah gedung tersebut. Gedung DPRD berada di Kota Medan. Sekitar pukul 14.00 WIB, ABH dan AJ memindahkan lift dari parkiran gedung DPRD lantai VI ke lantai VI Medan. ”

“ Dari Medan menuju lantai 6 gedung DPDP kota, ABH Naik tangga dengan AJ ke lantai 7 gedung DPRD di Medan, ”kata Martuasah.

“Kemudian ABH mengikutinya dari dekat dan melemparkan batu bata berukuran tiga kali lipat ke arahnya dengan tangan kanan,” kata mantan Kapolres Medan Baru itu.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *