TRIBUNNEWS.COM-Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 (GTPPC) Kota Depok Dadang Wihana mengimbau masyarakat untuk patuh pada kebijakan pembatasan aktivitas Kota Depok-Dadang menyatakan, kebijakan tersebut dirancang untuk menekan penyebaran Covid-19 yang semakin besar.

“Pesan yang kami kirimkan adalah aktivitas warga dibatasi, dan lebih banyak untuk mengontrol penyebaran Covid-19.”

“Pada malam itu, untuk mengurangi interaksi sosial. Kami tahu banyak orang di malam hari Tolong jelaskan secara aktif. ”Kata Dadang kepada Tribunnews, Senin (31 Agustus 2020).

Mengenai hal ini melalui telepon, pihak besar juga menjelaskan perbedaan antara larangan aktivitas warga dan jam malam. -Pesta besar menunjukkan bahwa tidak ada jam malam. Itu terbakar di daerah tersebut. Kota Depok.

Katanya: “Tidak Ada Jam Malam, Kami Tidak Gunakan Jam Malam.” Baca: Wali Kota Depok Call Center Dominasi Kasus Covid-19 di Depok

Baca: Depok Siaga Covid-19, Pemprov DKI sudah memberlakukan jam malam mulai hari ini i: shopping mall, hingga 18.00 WIB-Dadang terus menjelaskan kenapa GTPPC Kota Depok tidak menggunakan istilah jam malam untuk merujuk pada kebijakan penertiban penyebaran Covid-19. . militer. Kami tidak menggunakan istilah ini (curf eu). “

” Kami melakukan aktivitas untuk membatasi aktivitas orang. Dadan mengatakan bahwa kita harus sekali lagi menekankan bahwa Debord tidak akan memberlakukan jam malam.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *