TRIBUNNEWS.COM, PROBOLINGGO-Dua siswa SD, A (9) dan I (10), warga Dusun Darungan di Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo menemukan botol berisi cairan dan mengocoknya hingga luka. ledakan.

Kapolres Sumberasih Iptu Suyanto mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Minggu (8 Januari 2020).

“Kedua bocah itu tewas ditiup botol yang mereka kira botol biasa, padahal isinya mirip Bond,” kata Koyans.com saat dihubungi Suyanto, Kamis (8/6/2020). )Mengatakan.

Awalnya, kedua anak itu sering bermain, meski berbeda dengan desa kecil. Saat perontok jagung Dusun Darungan turun, ia bermain di tengah lapangan.

Saat bermain, kedua korban menemukan botol minuman ringan berisi bubuk mesiu dan batu pecah. Aku tidak tahu apa yang dia pegang adalah toilet,

mengguncangnya, dan akhirnya botolnya meledak di saat yang bersamaan, menewaskan dua korban.

Suyanto terus meledak, dan saya terluka ringan. Kanan dan kiri. -Untuk memperburuk keadaan, A yang mengocok vial harus kehilangan jari kanannya karena harus diamputasi.

Tidak hanya itu, A juga melukai kaki kiri, tangan kiri, dan tumit kiri dari dahi kanan, pipi kanan, dan tangan kanan.

Menurut keterangan, Suyono (47) dan Mukadam (50) sama-sama bermain di sungai sebelum ledakan. Lokasi mereka terpisah sekitar 2 meter. Kapolsek menyimpulkan: “Kota Probolinggo.” Artikel ini dimuat di tribun-medan.com dengan tajuk “Dua anak SD terluka. Saat botol getar meledak, jarinya patah.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *