Tajik Malaya, Tabank News melaporkan bahwa kepala investigasi kriminal kepolisian distrik Tajik Malaya menggerebek sebuah aktivitas permainan menembak (kenari) di Desa Magagaya, Distrik Mangurea, Distrik Tajik Malaya. — AKP Siswo Tarigan’s Kasatreskrim Polres Tasikmalaya mengatakan penggunaan pertandingan sistem gugur adalah cara bermain yang sengit.

“Yang terkuat adalah siapa yang akan menenangkannya dan memiliki hak untuk menghasilkan uang untuk permainan,” kata Kasatreskrim dari AKP Siswo De Cuellar Tarigan selama serangan pembebasan terhadap Mapolres, Senin (20/4/2020). — Menurut Siswo, 10 warga yang bersaing diidentifikasi sebagai tersangka.

Baca: Pembuat kartun Popeye dan Tom & Jerry meninggal dunia, tersenyum dan berfoto selfie di area karantina

Mereka menetapkan Rp10.000 untuk mengumpulkan Rp100.000. Kemudian, setiap getaran dari setiap pilar memiliki perebutan kekuasaan.

Bagaimana cara melapisi dampak dari dua tersangka kriminal dan memperkuat mereka dalam pertempuran alat.

Kemudian, papan bambu menangkap getaran itu.

“Dapat dilihat dari 10 peserta bahwa ada 5 kompetisi menembak dan 5 pemenang. Kemudian semua 5 orang akan bersaing untuk pemenang. Dia memiliki hak untuk bertaruh 70.000 rupee,” kata Siswo. –Baca: Kisah Ivan, Helguera, tentang pemberhentian Vicente Del Bosque dari Real Madrid

lainnya Rp. 30 digunakan untuk membeli penyewaan shaker dan peralatan.

Menurut ketentuan Pasal 303, Paragraf 53 dan Pasal 56, Paragraf 56 dari Hukum Pidana, tersangka kriminal akan dituntut untuk permainan oportunistik, dengan hukuman minimum empat tahun dan hukuman maksimum sepuluh tahun. Ketika mereka bergegas ke tersangka ER (34) untuk menembak, sepuluh tersangka digeledah.

Awalnya, polisi menculik 19 warga, tetapi menurut hasil pemeriksaan, 10 orang ditemukan memakai permainan tradisional La.

Satreskrim juga menculik 6 unit sepeda motor, telepon genggam beberapa tersangka, 500.000 rupee uang tunai dan peralatan tempur.

Artikel ini telah diposting di tribunjabar.id, berjudul Judi Adu Muncang, dan merupakan subjek serangan. Polisi Tasikmalaya menggunakan sistem gugur

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *