Reporter Tribune Jawa Barat Nazmi Abdurahman (Nazmi Abdurahman) -Indiana Steven Indra Wibowo menjual semua aset untuk membantu perawatan medis, ini adalah seorang mualaf Menurutnya, ia berharap kepindahannya akan dicari oleh orang-orang kaya lainnya di Indonesia. Namanya Koh Steven dan dia adalah pendiri dan presiden Pusat Muslim Indonesia. Dia mengatakan bahwa dalam membantu dokter dan penduduk yang terkena dampak dari mahkota, dia menjual dua rumah, tujuh mobil dan tiga sepeda motor besar. Proses penjualan barang-barangnya telah berlangsung selama dua bulan. Pada saat itu, ia dan timnya yang beranggotakan 11 orang merencanakan niat mulia ini ketika mereka berkumpul di Yogyakarta.

Baca: Persib menyumbangkan sumbangan kepada Gubernur Jawa Barat untuk berterima kasih kepada Walikota Bandung

Baginya, hartanya hanya dipercayakan kepada SWT God. Dia mengatakan bahwa nama sponsor harus dikembalikan sepenuhnya. Koh Steven mencoba mengikuti ilustrasi Nabi Muhammad. Menurutnya, rasul memperingatkan orang bahwa ada dua hal yang tidak disukai manusia. Pertama, kematian, bahkan lebih baik daripada fitnah. Yang kedua adalah kemiskinan atau kemiskinan. Bahkan jika ada lebih sedikit aset, sejumlah kecil aset akan dihitung pada akhir hari. Steven mengatakan pada hari Minggu (17 Mei) di Cisitu, Bandung, bahwa ia bertemu dengan forum: “Sekarang adalah saat yang tepat, karena (harta) akan kembali cepat atau lambat. Selain itu, suatu hari, Tuhan akan meminta pertanggungjawaban.” – — Jumlah total dana yang dikumpulkan dari penjualan aset telah mencapai 12 miliar rupee. Semua uang ini digunakan untuk memproduksi 48.000 pakaian Hazmat, yang didistribusikan secara gratis ke 4.781 institusi medis di seluruh Indonesia. -150.000 topeng, termasuk 12.000 N95 masker tujuh lapis dan masker medis tiga lapis umum lainnya. — Baca: Ganjar Pranowo memperkirakan bahwa menjelang Lebaran, 1 juta penduduk akan kembali ke Jawa Tengah- “Kami juga telah menyumbangkan barang berbahaya ke situs pemakaman umum, terutama untuk petugas yang menguburkan korban mahkota yang mati. Kami hanya Bantuan resmi diberikan kepada lembaga medis, dokter, dan perawat. “Menurut Koh Steven, ia memahami bahwa zat berbahaya diproduksi ketika bekerja di perusahaan di Singapura. Saat itu, perusahaannya menerima pesanan WHO untuk memproduksi pakaian Hazmat. Akhirnya, kedua pihak mencapai kesepakatan bahwa mereka akan memproduksi pakaian bahan berbahaya pada Januari 2020.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *