Laporan wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, Polda Metro Jaya-Polda Sulsel dan Polda Makassar terus mengusut kasus penyitaan paksa jenazah PDP. Covid-19 di Makassar Beberapa rumah sakit di Tin (RS).

Pada Rabu (10/6/2020) pagi, polisi menangkap puluhan orang untuk diperiksa. Meski tidak ada peningkatan jumlah tersangka, namun masih ada 12 orang.

Baca: Fakta, Puluhan Orang Dipaksa Bawa Jenazah PDP Covid-19 ke RS Mekar Sari Bekasi, Ternyata Bukan Keluarga – “Polres Sulawesi Combus Ibrahim Tom Saat dikonfirmasi pada Rabu, Bo mengatakan: “Saat ini ada 31 orang yang terlibat dalam pengambilan paksa jenazah PDP Covid-19. “10 Juni 2020) .- Ibrahim Tompo juga membenarkan bahwa tidak semua orang yang ditangkap menjadi tersangka. Itu semua tergantung hasil penyidikan yang dilakukan penyidik. KUHP digabungkan dengan 335 KUHP Gabungan 336 KUHP dan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Sanitasi dan Karantina.

Empat kasus penangkapan paksa jenazah PDP, Covid-19, terjadi di Makassar.Penyebaran virus.Pertama adalah RSJ Dadi Makassar, Stelamaris RS, RS Labuan Baji, dan RS Bhayangkara Polda Sulsel.

Kasus ini menarik perhatian petinggi Polri, dan Kapolri Idham Azis mengeluarkan telegram (TR) nomor ST / 1618 / IV / Ops. Date Sudah 2/2020 tanggal 5 Juni 2020.

Direktur National Telegraph dalam telegramnya mengimbau semua rumah sakit untuk melakukan tes usap pada pasien yang dirujuk, terutama yang menunjukkan gejala Covid-19, memiliki riwayat penyakit kronis atau berada dalam keadaan kritis -Polisi ingin mengklarifikasi status pasien COVID-19 positif atau negatif, sehingga niscaya pihak rumah sakit akan memperhatikan penanganan lanjutan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *