Kurdes, TRIBUNNEWS.COM-Dikatakan bahwa huruf pertama penyerang A (15) telah melarikan diri setelah video disebarkan di jejaring sosial. AKP Rismanto menjelaskan bahwa Kasat Reskrim Kudus Polres mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan masalah keluarga antara orang tua korban dan pelaku.

Namun, karena keunikan video, para penyerang khawatir tidak pergi ke sekolah untuk melarikan diri dari kota asal mereka.

“Jadi, ini akan membawa masalah baru,” Dia mengatakan bahwa ini adalah rute keluarga. “Dia mengatakan bahwa dia menghubungi pada hari Rabu (26 Februari 2020).

Saat ini, dia dan keluarga agresor sedang mencari keberadaan A (15), tetapi dia masih tidak memiliki kekurangan berita.

Baca : Nasib tragis dari ketiga guru menjadi tersangka dalam bencana Sungai Susane, kepala dikalahkan sampai keluarga dibom

Baca: Susans Bully tetangga keluarga Susans River Susans keluarga dan pengguna internet, anak-anak dan perempuan yang takut bertemu – –Baca: Intimidasi Betrand Peto oleh Ruben Onsu Terk: Tidak marah, hanya menangis

Rencananya polisi akan menjadi penengah antara pelaku dan korban untuk menyelesaikan masalah. Dia berkata: “Dengan cara keluarga . “Jika para pelaku ditemukan, kami akan mengundang mereka untuk menengahi.” – Aktor harus meminta maaf kepada korban dan tidak boleh mengulangi tindakannya. Dia menjelaskan: “Kami akan melakukan mediasi sehingga pelaku dan korban dapat bertemu dan berdamai.” “Dia juga mendirikan agen untuk wanita dan anak-anak untuk membantu para korban.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *