Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Keprihatinan Calon Wali Kota Surabaya Nomor 2 Machfud Arifin menyentuh masyarakat korban perlindungan di pesisir timur Pamurbaya.

Ini karena hanya Cak Machfud yang mengunjungi Pamurbaya untuk melindungi tempat berkumpul para korban-. — “Masyarakat Istana Pusat dan pemerintah daerah tidak pernah mendatangi kami secara langsung. Hanya Pak Machfud Arifin yang ada di sini. Ini suatu kehormatan bagi kami,” kata ketua kelompok tani Truno Djoyo di Suratno. Enam (10/03/2020), di kebun mangrove Truno Djoyo Farm di Wonorejo.

Selain itu, seseorang yang mengaku sebagai Cak Ratno mengatakan bahwa jika ada pertanggungjawaban, banyak keinginan untuk melindungi korban membutuhkan Cak Machfud-alasan menjadi Walikota Surabaya-hal ini karena para korban kawasan lindung belum mendapatkan kawasan lindung Wonorejo yang bersangkutan. Klarifikasi dan solusi, dan solusi tersebut tidak dianggap dari perspektif masyarakat.

Contohnya, jo Yo, kelompok tani Truno D, terus merugi selama dua tahun.

Alasannya adalah kondisi air di kolam dan sungai dalam keadaan memprihatinkan.

Air telah tercemar oleh berbagai sampah rumah tangga, sehingga menjadi hitam dan hitam. Akan menghasilkan bau yang tidak sedap. — Cak Machfud (Cak Machfud) Nelayan tunggangan (salah satu warga Wonorejo) memeriksa dan mengamati langsung situasi tersebut. Gelap, berbau tidak sedap, dan memiliki banyak polusi E. coli dan merkuri. Ia mengatakan, jika ikan tersebut tidak mau masuk ke sungai ini dan nelayan terpaksa mencari ikan lebih jauh, tentu biaya bahan bakar akan lebih tinggi. “

Baca: Emil Dardak: Kota Surabaya Bisa Jadi Contoh Hemat Sampah Plastik Daur Ulang-Baca: Menjemput Penderita Covid-19, Nakes di Surabaya Tertimbun Kotoran, Pemprov Kota Buka Suara-Baca: Juri, Tokoh Agama Puji Kepemimpinan Machfud Arifin

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *