TRIBUNNEWS.COM-Sepasang suami istri disingkat T (45) dan R (24) kedapatan menjual daging sapi campur babi hutan atau babi hutan.

Kasus penjualan daging campur (KBB) di kawasan Padalalang Kabupaten Bandung Barat diungkap Tim Reserse Polres Cimahi.

Seperti diketahui, pasangan ini sudah berjualan daging babi hutan sejak 2014. Sejak saat itu, sudah ada empat pelanggan tetap.

Pelanggan ini datang dari berbagai penjuru dunia di Jawa Barat dan sering memesan babi hutan dalam jumlah yang berbeda-beda.

Menurut Kapolsek Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki, pelanggan tersebut Mengetahui bahwa daging yang dijual pasangan ini merupakan campuran daging babi hutan, para pelanggan ini mengambil langkah yang sama (oplo sull beef) dengan membuat daging tersebut menjadi berbagai jenis bahan baku, seperti bakso. -Baca: Pasangan di Bandung Tajik Maya Tasikmal aya), Cianjur, Bandung (Tasikmal aya) Jual Babi Hutan Oplosang Umur 6 Tahun – Baca: Campur Babi Hutan dan Sapi, Pasangan Ini Dijual ke Pedagang Bakso di Sibandug- — Kemudian dijadikan daging olahan (rendang), dicampur dengan perbandingan 2 kg daging sapi impor dan 1 kg babi hutan.

“Kemudian dijual ke masyarakat dengan harga Rp100.000 per kg, seperti halnya menjual daging. Ini seperti daging sapi. “Kata Yoris. -Polisi juga menahan pelanggan yang membuat bakso.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *