Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa jumlah kasus positif Covid-19 di Surabaya telah terealisasi dalam meningkatkan tes skala besar. Uji dan berkomunikasi dengan massa kami, “kata Risma di acara hotel virtual pada Selasa (26 Mei 2020). Menurut Risma, Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan lembaga lain untuk menguji 17.000 penduduk di area merah Surabaya .

“Sebuah desa dapat diuji 200 kali, dan sekarang 17.000 penduduk telah diuji dan berkata:” Kata Lisma. “Baca: 40.000 TNI akan dikirim untuk membantu memastikan penerapan standar Covid-19 yang baru

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil tes cepat, warga yang akan responsif terhadap pertukaran dan memiliki hasil tes positif akan segera dirawat di rumah sakit.

“Untuk mendapatkan hasil tes respon cepat, kami diisolasi di hotel selama 14 hari selama tes pertukaran. Kami memperkirakan (meningkat),” kata Risma.

Risma rate, melalui pengujian kualitas, rantai distribusi Covid-19 Surabaya dapat terputus dengan segera dan data akurat terkait distribusinya dapat diperoleh.

“Sekarang, sudah mulai menurun dari hasil tes cepat. Dari 200 tes baru-baru ini, 50 reaktif. Sekarang hanya ada 8 hingga 10 orang,” kata Risma. Di halaman Surabaya.go.id, hingga Selasa (26 Mei 2020) pagi, COVID-19 kasus positif di Surabaya mencapai 2.095 kasus. — Menurut laporan di www.linterovid-19.surabaya.go.id, saat ini ada 1.730 detail perawatan, di mana 188 telah pulih dan 177 telah meninggal.

Menurut data dari berbagai daerah, Surabaya timur telah menjadi daerah yang paling terkena dampak, dengan total 728 COVID-19 individu positif.

Pada saat yang sama, 432 kasus COVID-19 positif telah terdaftar di Surabaya selatan, sementara 398 kasus positif telah terdaftar di Surabaya utara.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *