Liputan reporter berita Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM-Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi aktif membantu pemerintah untuk menyemprotkan air kepada masyarakat dan menyebarkan adaptasi pemukiman baru (AKB) secara luas kepada masyarakat (9/10 / 2020) .

Pesantren terutama di daerah Banyuwangi. Ini untuk mendukung penerapan kebiasaan baru (new normals) di Banyuwangi.

Dalam sambutannya, PMI Kab. Banyuwangi menyampaikan bahwa beradaptasi dengan kebiasaan baru merupakan salah satu cara untuk mengubah perilaku, gaya hidup dan kebiasaan masyarakat.

Baca: Industri film kehilangan pendapatan 1,2 triliun rupiah akibat Covid-19

Membaca: Tetap aktif saat standar baru diperkenalkan Kunci untuk tetap sehat selama pandemi COVID-19- “Mulai dari PSBB Dalam kasus relaksasi, kesehatan perjanjian selalu ditegakkan sehingga kami dapat menjaga produktivitas sekaligus mencegah virus corona, “tulisnya dalam keterangannya, Jumat / 2020) – saat kebijakan pelonggaran berlaku, masyarakat wajib memanfaatkan Masker menerapkan tata cara kesehatan, menjaga jarak ideal, rutin mencuci tangan pakai sabun, rutin berolahraga dan menjaga asupan nutrisi.

Saat area tersebut menjadi area aman (area hijau), kebiasaan baru akan disesuaikan. Saat ini Banyuwangi termasuk dalam zona kuning atau zona risiko rendah.

Saat berkomunikasi tatap muka dengan publik, dianggap efektif untuk menyampaikan informasi kepada publik tentang pentingnya menerapkan prosedur higiene. Untuk materi sosial, PMI Kabupaten Banyuwangi telah mencetak media kit sekitar 3.500 AKB yang didukung oleh PMI Pusat dan USAID.

PMI Kab. Banyuwangi juga memproduksi 20.000 masker wajah yang akan dibagikan kepada masyarakat sebagai alat media beserta sabun mandi dan biskuit PMI Pusat.

“Barang-barang tersebut dikemas dalam PHBS KIT dan akan didistribusikan ke panti asuhan, panti asuhan, panti jompo / lansia dan masyarakat terdampak COVID 19 di Pondok Pesantren Kabu Kota Banyuwangi,”

Banyuwangi H. Subaweh, Pengawal Pondok Pesantren Al-Atiq Kecamatan Pwoharjo, Bupati mengucapkan terimakasih kepada PMI atas kerja keras yang telah ia lakukan.Dia berharap melalui penyemprotan dan kegiatan bakti sosial ini para santri semakin paham. Tetap bersih untuk menghindari penyakit, terutama penyebaran Covid-19.

“Saya berharap PMI menjadi petani dalam pekerjaan kita, dan siswa kita akan terhindar dari segala penyakit. Apalagi saat pandemi corona, semoga kita tidak menderita penyakit corona. Ia kembali melawan PMI Serta desa, jalan, dan semua orang yang berpartisipasi dalam kesempatan ini, terima kasih.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *