TRIBUNNEWS.COM-Seorang dokter bernama Bagus Indra ditangkap dalam penegakan hukum karena mengikuti program kesehatan yang dirancang untuk mencegah penyebaran Covid-19. Jalan Merdeka, Kota Blitar, Senin (14/9/2020).

Saat ditangkap petugas, dokter menanyakan pertanyaan terkait penggerebekan tersebut.

Baca: Warga yang marah karena tidak memakai topeng dan diduga berkelahi dengan agen Covid-19 Ini yang dikatakan polisi-dia juga menanyakan aturan tindakan yang dilakukan oleh polisi.

“Tiba-tiba, kami ditangkap dan disuruh memberikan identitas kami, tapi aturan ini tidak pernah terungkap. Faktanya, ini tidak sepenuhnya benar,” kata Baggs. Para pejabat diberitahu tentang rincian implementasi “Protokol Kesehatan”.

Penyerangan tersebut didasarkan pada “Perwali Decree No. 47 of 2020” untuk menerapkan aturan pelaksanaan “Health Protocol”. – “Kalau tujuan penyerangan untuk mencegah proliferasi, saya dukung Covid-19. Tapi, ini perlu sosialisasi. Saya baru tahu ada aturannya,” ujarnya.

Menurutnya, perwira militer juga harus mewaspadai situasi dan keadaan saat menyerang perjanjian sanitasi. Misalnya, seorang pengemudi yang bepergian sendiri tanpa masker tidak perlu menjelajahi Internet. Serang:

Baca: PSBB Jakarta Ditindak, Agnès Minta Sanksi Tidak Pakai Topeng Denda Hingga 1 Juta Rupiah

“Kalau menyerang topeng, lihat dulu. Dia protes. “Mengapa saya memakai masker saat bepergian sendirian dengan mobil pribadi?” Pada Senin (14/9/2020), Kota Merdeka (Jota Merdeka).

Dalam operasi ini, petugas fokus untuk mengadili pengendara yang tidak memakai masker. Petugas menahan pengendara yang tidak memakai masker. (SURYA. Co.id/Samsul Hadi) -Artikel ini pernah dimuat di surya.co.id dengan judul “Jangan Pakai Masker Saat Mengemudi. Para dokter protes seperti itu saat penggerebekan di Kota Blitar.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *