Reporter Bali Tribune Adrian Amurwonegoro melaporkan tentang DENPASAR-TRIBUNNEWS.COM-penduduk Kota Kubang, Nusa Tenggara Timur, yang inisialnya adalah YHT, yang menyakitkan. .3 penduduk tidak menerima Desa Peguyangan Kangin di Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali. Setelah Gubernur Bali menyerukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, banyak jalan tradisional negara telah ditutup.

Panggung YHT dipilih sebelum menginjak sepupu dan berbaring di kamar kos sepupu.

Baca: Direktur Zheng Liwei berbicara tentang situasi Hollywood, wisatawan sepi di Avenue of Stars

YHT awalnya berasal dari Malaysia di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Karena tidak ada penerbangan ke Kuba, ia memilih untuk bertemu sepupunya di masa pensiunnya.

Sekitar pukul 15.00 WITA, dia tiba di tempat kejadian dengan sebuah koper dan barang-barangnya, tetapi karena kecemasan akan wabah Virus Corona, pemilik pensiun keluarga IWD (53) menolak kedatangannya.

YHT sebenarnya membawa sertifikat kesehatan.

Selanjutnya, kasus ini dikelola oleh lembaga yang bertanggung jawab atas masalah ini, termasuk kepala polisi dari departemen Denpasar Barat, Babinsa, Perbekel, dan kepala dusun sampai Kelian Adat berkoordinasi dan bernegosiasi. – Memang, dia adalah orang pertama yang ditahan karena dia tiba di bandara langsung dari Malaysia (pensiun), dia tidak bisa terbang ke Kubang dan naik taksi di Anta Sula untuk menerima pensiun sampai dia Ditangkap dan dilarang. Jumat lalu, di kantor desa lokal Bali Tribune, Peguyangan Kangin Desa Perbekel, I Wayan Susila mengatakan bahwa meskipun menerima sertifikasi medis, itu masih merupakan pensiun yang menyakitkan, tetapi namanya membuatnya Orang-orang khawatir bahwa inilah masalahnya. (03/27/2020) .

• Investor Tiongkok memberi Indonesia 40 ton peralatan medis untuk menangani COVID-19

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *