TRIBUNNEWS.COM, Coral Ren ANYAR-Mahasiswa Islam SDIT Fayyadh Qaishar Syafiq (12) kembali melakukan perjalanan untuk merayakan HUT ke-75 berdirinya Gunung Lawu Karang Anyar di Hargo Dumilah, Jawa Tengah, Jawa Tengah.

Pendakian berlangsung sekitar 12 tahun. Jam yang melewati Biara Cetho disertai dengan kabut tebal dan cuaca yang sangat dingin.

Gunung ini memiliki ketinggian 3265 MDPL (meter dpl) dan dapat menerapkan protokol kesehatan bagi pendaki melalui Cemoro Kandang, Cemoros Sewo, Jogorowo dan Cetho.

Mereka harus memakai masker, pembersih tangan dan sertifikat kesehatan untuk pendaki.

Selain itu, setiap hari, jumlah pendaki juga dibatasi sekitar 350 per orang. — Selama pendakian dimulai pukul 06.00 WIB pagi, Fayyadh mengaku sangat senang karena bisa menjelajahi alam gunung yang terkenal dengan “misterinya”.

“Ternyata jalur melalui Pos Seto sangat indah, penuh dengan lereng bukit yang berkelok-kelok dan cuaca dingin, serta penuh tantangan,” kata Fayed dalam keterangannya, Senin (17/8/2020). -Selain Hargo Dumilah, siswa kelas enam juga mengibarkan bendera merah putih untuk memperingati HUT ke-75 RI.

Baca: Tersebar luas di media sosial bahwa pendaki Lao Rushan melewati jarak fisik di pintu masuk

Ia berharap seluruh anak Indonesia bisa menikmati keindahan pegunungan negeri.

Pada saat yang sama, rombongan pendamping Fayyadh dan Febby Indrawan mengatakan bahwa jalur Seto dipilih karena pemandangan dan tantangannya. biasanya.

“Bisa bertahan selama 10 hingga 12 jam. Cuaca dingin menaikkan suhu hingga 10 derajat Celcius, dan butuh waktu lama untuk mendaki.” – Kita tahu bahwa Feyed juga suka bermain di balon udara panas dan menerbangkan layang-layang. Dan menjelajahi berbagai daerah.

Termasuk Gunung Ciremai, Gunung Gede, Gunung Kencana, Gunung Munara, Gunung Prau, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, Gunung Puncak Lalana dan Gunung Batu. -Fayyadh juga menjelajahi Gunung Uludag di Turki dan Gu Nung Soreak di Korea Selatan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *