TRIBUNNEWS.COM, PANGKALAN KERINCI-DZ (34 tahun) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perlindungan perempuan dan anak (PPA).

DZ adalah seorang Ayah, Jantungnya berdebar-debar pada anaknya sendiri dan menyebar di Kabupaten Pelalawan.

Hingga saat ini, Badan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan masih mengusut kasus penganiayaan terhadap “anak kandung”.

Korban (10) berinisial RFZ mengalami beberapa luka. Penyiksaan keji dan ceritanya beredar luas di media sosial dan diberitakan secara luas di media.

Sampai RFZ diangkat menjadi Kapolsek Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko SIK sebagai anak angkat dan tinggal bersamanya.

“Kami akan terus mengusutnya lebih lanjut. Kami sudah meminta beberapa saksi untuk memberikan keterangan dan sudah diperiksa. Selain itu, Kasat Ario Damar terus mengatakan, parpolnya memimpin psikolog untuk memeriksa tersangka DZ. Secara psikologis dan psikologis, ia menyiksa anaknya dengan senjata tumpul dan peniup. Pengamat anak dan organisasi terkait.

“Hasil pemeriksaan psikologis pelaku belum diumumkan, dan kami masih menunggu. Bersamaan dengan itu, hasil pemeriksaan korban sudah diumumkan. Publik masih dirugikan oleh pelaku. Insiden, “kata Kasat Ario.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *