TRIBUNNEWS.COM – Semoga MIB alias Ir dapat memanfaatkan keindahan pendidikan di pusat kota yang tidak sebagus bayangan.

Kegembiraan yang ia harapkan untuk mendapatkan pendidikan di Gupang, ibukota NTT, hanya berlangsung sesaat. Merasakan sakitnya diperbudak oleh pamanku.

Ir, sekarang 12, tampaknya harus bekerja keras dari pagi hingga malam, yang seharusnya tidak dilakukan oleh anak-anak prasekolah. (12) adalah siswa sekolah menengah negeri dari Kota Kuban, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejak 2016 atau sejak kelas empat sekolah dasar, Al telah diperlakukan dengan sangat buruk oleh Paman YYS (40). -YYS sendiri adalah saudara dari ibu kandungnya.

Setiap hari, YYS bekerja sebagai pengawas sekolah di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Kota Rama, Kota Kupang.

YYS dan istrinya dan tiga anak tidak lagi hidup dalam hambatan dasar.

Ketika Ir ti tinggal sendirian di rumah pamannya di RT 010 RW 003 di Desa Fatukoa, Distrik Maulafa. Kampung halaman dan pindahkan sambil duduk di kelas IV sekolah dasar

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *