Reporter Tribun Jogja Yosef Leon Pinsker melaporkan-TRIBUNNEWS.COM, Yogyakarta-Tim gabungan identitas polisi di sebuah TKP di Resto, Taman Legian, terkena dampak protes yang berujung pada pembuatan protes terhadap Undang-Undang Komprehensif Bekerja beberapa waktu lalu.

Tim Identitas Polda Jateng, Polda Yogyakarta, dan Polda Yogyakarta memeriksa lokasi kejadian pada Sabtu sore (10/10/2020) .

Laboratorium Forensik Mabes Polri Semarang ( Labfor menyediakan banyak objek untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut. Komisioner Kepolisian Indonesia Cabang Semarang Totok Sankusuma Rahmad mengatakan kepada wartawan. Ia melanjutkan: “Kami akan membawa barang bukti lain ke Semarang dan segera melaporkan hasilnya.” Kami akan terus berkoordinasi dengan Polda Yogyakarta dan Polda Yogyakarta untuk menangani kejadian ini, termasuk gabungan rekaman kamera pengawas dan lain-lain. Beberapa barang di gunung mengungkap tersangka pelaku.

“Memang ada molotov cocktail yang kita temukan disana. Tapi ini perkembangan lain.” Hasilnya akan diserahkan dulu ke Semarang dan akan dikoordinasikan dengan Polda Yogyakarta dan Polda Yogyakarta. Alouvie, kuasa hukum Restoran Legian Garden, berharap polisi bisa menemukan pelaku pembakaran. Pihaknya juga menyesalkan kejadian tersebut.

Sekitar 90% restoran menjadi korban pembakaran. Lou, api melalap sebagian besar resto, kokasnya penuh, dan kerugiannya diatribusikan sekitar 500-600 juta rupiah.

“Saya harap penulis bisa segera mengatasinya, dan Jogja bisa kembali nyaman dan tidak akan ada lagi Aksi kisruh yang berdampak buruk bagi Yogyakarta kini. Pungkasnya. Legian Garden Restaurant

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *